Dinas Kesehatan Gunungkidul Gencarkan Gerakan Cegah Stunting Sejak Dini Lewat Sekolah
1 min read
GUNUNGKIDUL DIY, Kompasone.com – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus memperkuat komitmen dalam upaya percepatan penurunan angka stunting melalui program lintas sektor yang menyasar anak dan remaja.
Melalui Gerakan Cegah Stunting “Kenali, Deteksi, Dampingi”, Dinas Kesehatan Gunungkidul menggandeng sekolah dan puskesmas untuk mendorong skrining kesehatan dan pemantauan rutin di lingkungan pendidikan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Ismono, mengatakan, stunting tidak hanya disebabkan oleh kekurangan gizi kronis sejak bayi, melainkan akumulasi dari berbagai masalah kesehatan yang tidak tertangani sejak usia remaja.
“Remaja yang sehat secara fisik dan mental merupakan investasi penting untuk mencegah stunting pada generasi berikutnya. Oleh karena itu, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku hidup sehat serta mendeteksi dini gangguan kesehatan,” ujar Ismono, dalam kegiatan yang digelar di BMT Dana Insani Wonosari,Rabu (9/7/2025).
Ismono menambahkan, berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stunting nasional tercatat sebesar 21,5 persen. Angka tersebut memang menunjukkan tren penurunan selama satu dekade terakhir, namun belum memenuhi target RPJMN 2025 yang mematok angka maksimal 18,8 persen, maupun target 14 persen pada tahun 2029