Sholawat Menggema di Pinang, Maulid Nabi di Miftahul Huda Annidzom Teguhkan Ukhuwah dan Keteladanan Rasulullah
3 min read
Img 20260825 Wa0011
Tangerang, Aspirasipublik.biz.id- Suasana khidmat dan semarak menyelimuti Pondok Pesantren Miftahul Huda Annidzom, Jalan KH Hasyim Ashari, Gang H. Pendek No. 21, RT 07/RW 05, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 10 Rabiul Awal 1448 Hijriah, Minggu (24/8/2026).
Ratusan jamaah bersama puluhan habaib dari berbagai wilayah hadir dalam majelis tersebut. Para santri, ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga sekitar turut mengikuti rangkaian kegiatan yang diisi pembacaan Maulid Nabi, lantunan hadroh dan sholawat, sambutan pengasuh pesantren, serta tausiyah agama. Lantunan sholawat yang menggema menambah kekhidmatan acara sebagai wujud kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Ketua penyelenggara Maulid Nabi, Nanang Kosim, mengatakan peringatan ini bukan hanya agenda keagamaan tahunan.
“Maulid Nabi menjadi momentum untuk kembali mengingat perjalanan Baginda Nabi Muhammad SAW, perjuangan beliau dalam menyampaikan risalah Islam, serta akhlak mulia yang harus menjadi teladan bagi umat,” ujar Kosim.
Ia menekankan, nilai keteguhan prinsip, kesabaran, kejujuran, persaudaraan, dan kepedulian yang diajarkan Rasulullah harus diterjemahkan dalam sikap dan tindakan, khususnya bagi generasi muda. “Agar nilai-nilai tersebut menjadi fondasi pembentukan karakter generasi yang berintegritas,” tambahnya.
Dalam tausiyahnya, Al-Habib Syafiq bin Ali Ridho bin Syech Abu Bakar bin Salim mengajak umat memahami makna cinta kepada Rasulullah secara substantif.
“Kecintaan kepada Nabi tidak cukup diekspresikan melalui ucapan maupun peringatan seremonial. Kecintaan tersebut harus tercermin dalam perilaku, akhlak dan cara umat menjalani kehidupan sehari-hari,” katanya.
Keteladanan Rasulullah, menurutnya, menjadi fondasi moral dalam membangun kehidupan berlandaskan keimanan, ketakwaan, kesabaran, persaudaraan, dan kepedulian sosial. Hal ini dinilai sangat relevan di tengah tantangan moral, sosial, dan budaya masyarakat modern.

Peringatan Maulid ini juga menjadi ruang silaturahmi antara ulama, kiyai, habib, santri, tokoh masyarakat, dan warga. Tujuannya untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan memperkokoh solidaritas sosial.
Ketua rombongan Jemaah Majelis Taklim Miftahul Ilmi Pinggir Rawa Nerogtog, Nurdin yang akrab disapa Midun, mengatakan kehadiran pihaknya merupakan bagian dari ikhtiar memperkuat iman dan takwa.
“Acara ini dihadiri oleh puluhan pondok pesantren dan majelis taklim dari berbagai daerah. Kami datang bersama jamaah Miftahul Ilmi untuk bersilaturahmi sekaligus mengikuti majelis dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW,” ujar Nurdin.
“Mencintai Rasulullah bukan hanya dengan memperingati kelahirannya, tetapi dengan mengikuti akhlak, sunah dan risalahnya dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
Pengasuh Ponpes Miftahul Huda Annidzom, KH. Aminuddin Qhutbi, berharap peringatan Maulid 2026 ini mampu menyatukan ukhuwah Islamiyah yang dibalut keimanan dan ketakwaan.

“Kami berharap peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW ini dapat dijadikan pegangan yang teguh terhadap agama yang agung dan sosok Nabi yang mulia, agar kehidupan kita senantiasa mendapatkan tuntunan dan terhindar dari fitnah-fitnah akhir zaman,” katanya.
Pihak pesantren menegaskan, peringatan Maulid di Miftahul Huda Annidzom sekaligus mempertegas peran pesantren sebagai institusi pendidikan Islam yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga membentuk karakter, etika, dan tanggung jawab sosial. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah dinilai perlu ditanamkan secara berkelanjutan kepada para santri sejak usia dini.(Patrick)